Pertanyaan yang paling banyak aku dapati dari calon peserta event Jakartabiz adalah "Belum pernah rafting boleh ikutan gak?" dan "Saya gak bisa berenang, bisa ikutan?" Pertanyaan ini juga muncul dalam diskusi japri dengan member milis.
Akhirnya aku menyadari dikumpulan kita ini ada orang-orang yang memang rafter tulen, berani ngelewatin class 4 rapids. Ada juga seperti yang aku bilang "penghura-hura" di jeram. Kita yang melihat rafting sebagai adrenalin pumping recreation. Rafting sebagai sarana yang menyenangkan untuk melepaskan kejenuhan kerja sekaligus menambah kawan baru. I have to be honest to my self, rasanya aku belum berhasil masuk ke golongan rafter tulen. Lihat aja nanti, kalau kita ketemu di Cikandang, mungkin di tempat rawan, apalagi ber hydraulic, aku pasti senang sekali kalau diajakin portaging.
Dalam regular event yang diadakan Jakartabiz, kita selalu kasih tempat buat first time rafter dan non swimmer. Makanya selalu dipilih sungai yang jeramnya gak sampe grade 4. Di sungai macam itu bahayanya bisa lebih di predict and controllable. Pokoknya safety jadi paling utama deh. Dan semuanya harus bisa di cover insurance. Bayangkan bangganya, si non swimmer setelah rafting dia bisa bilang "gua pernah arjer". Dan ini adalah salah satu misi JRC, supaya arjer makin diminati banyak orang.
Dan buatku kawanan "penghura-hura" di jeram adalah peminat serius arjer. Bayangkan event ke 4 kemarin lebih dari 100 yang daftar (cuma 84 yang dapat tempat), dan semuanya willing to pay some money, yang nggak murah.
Selanjutnya dalam event ke depan kita akan bagi regular event di tempat yang seperti biasa, sedangkan special event buat teman-teman yang emang berani ngejajal dangerous rapids, seperti di Cikandang. Jumlahnya agaknya lebih sedikit dari event yg regular. Nggak papa 'kan mas Bonky?
Pertanyaan lainnya yang sering aku dapati dari calon peserta event (termasuk event tgl 26 besok) adalah "banyak yang single gak?" Sekalipun memang iya, untuk berhasil usaha sendiri-sendiri aja dah. :)