Saturday, April 16, 2005

A Tribute to the Rafters


Pagi tadi Jakartabiz Rafter’s Club (JRC) mengadakan regular event yang ke 6. Total 84 rafter atau pengarung jeram mengikuti acara ini. Keberadaan JRC sangat di support oleh group milis arungjeram_jakartabiz@yahoogroups.com . Ferina yang menjadi EO untuk event ini secara piawai menggunakan group milis tersebut untuk mempromosikan acara ini. Maka dengan hanya waktu kurang dari sebulan telah terkumpul 180 orang yang memperebutkan tempat peserta yang dibatasi hanya untuk 80 orang.

Apa yang menarik disini? Kejadian tadi membuktikan bahwa group milis ini telah berhasil menjadi sebuah komunitas. Group ini yang semula hanya tempat saling berkirim email telah berhasil menciptakan branding bahwa bersama komunitas inilah arung jeram menjadi kegiatan yang fun dan potensial membangun persahabatan.

Sebagai rasa terima kasih saya kepada semua peserta, saya membagikan buku yang saya tulis ”Panduan Penggunaan Milis Untuk Memenangkan Bisnis”, sebagai door prize. Khusus untuk Ferina saya berikan sebuah buku saya tersebut sebagai ucapan terima kasih dan pengakuan akan prestasinya, yakni kemampuannya menggunakan milis secara efektif untuk mengumpulkan peserta dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang sangat singkat.

Thursday, May 29, 2003

Pertemuan dengan Bandung Rafters

Selasa malam lalu aku beruntung bisa hang out dengan Bandung Rafters.
Dari milis kita yang ikutan, Ndjet, Dian, mas Bonky, mas Oris.
Terus ikutan juga, mas Ari a.k.a Asor dari Bumiku, mas Benny sodara kembarnya Ndjet dan terakhir mas Agung kawannya Ndjet ,ternyata Ndjet sudah ada yang punya :(

Sekalipun sama2 rafters, secara kejadiannya, aku melihat ada perbedaan antara rafter Bandung dengan rafter Jakarta. Orang Bandung sejak masih sekolah mereka udah pada main di air. Buat mereka yang padat modal, punya perahu dan gear sendiri. Atau mereka gabung dengan kelompok pecinta alam (bukan operator) yang punya perlengkapan yang laik untuk nyemplung di jeram. Sedangkan kebanyakan orang Jakarta, punya duit dulu, baru pergi ke operator, lantas naluri petualangannya bangkit.

Perbedaan waktu memulainya ini membuat mereka lebih advance dibandingkan dengan kita yang di Jakarta, dan lebih berani. Ambil contoh, kalau kita ngelewatin Jeram S di Cicatih, kita 'kan biasanya mepet kiri abis, sebab itu yang paling aman. Ndjet dan Benny mana mau, mereka berani lebih ketengah, supaya jeramnya lebih terasa. Selain itu mereka serius menekuni hobby mereka dengan terus-menerus meng-up grade kemampuan mereka.

Singkat kata dari pembicaraan yang panjang lebar , aku sedang set up next event dengan mereka. JRC 6th Regular Event di Cikandang bulan Juli 2003. JRC Coaching Clinic Oktober 2003.

Mas Tumpal ikutan ya. Soal kamera tahan air bisa tanya ke Ndjet deh, atau Vero, event kemarin perahunya Vero pada foto-foto di tengah sungai.

Mas Ian selamat gabung, umumnya kita waktu gabung adalah first time rafter. Kapan2 kita copy darat ya.

Copy darat dengan urang Bandung kemarin sangat mengesankan, selain ngobrolnya enak dan nyambung, kita dari mulai sunset sampe hampir midnight makan melulu. You got to have enough space in your stomach. Kapan2 Juragan Ade kalao ke Bandung copy darat juga aja, nggak nyesel deh.

Tuesday, April 08, 2003

Safety is our top priority

Pertanyaan yang paling banyak aku dapati dari calon peserta event Jakartabiz adalah "Belum pernah rafting boleh ikutan gak?" dan "Saya gak bisa berenang, bisa ikutan?" Pertanyaan ini juga muncul dalam diskusi japri dengan member milis.

Akhirnya aku menyadari dikumpulan kita ini ada orang-orang yang memang rafter tulen, berani ngelewatin class 4 rapids. Ada juga seperti yang aku bilang "penghura-hura" di jeram. Kita yang melihat rafting sebagai adrenalin pumping recreation. Rafting sebagai sarana yang menyenangkan untuk melepaskan kejenuhan kerja sekaligus menambah kawan baru. I have to be honest to my self, rasanya aku belum berhasil masuk ke golongan rafter tulen. Lihat aja nanti, kalau kita ketemu di Cikandang, mungkin di tempat rawan, apalagi ber hydraulic, aku pasti senang sekali kalau diajakin portaging.

Dalam regular event yang diadakan Jakartabiz, kita selalu kasih tempat buat first time rafter dan non swimmer. Makanya selalu dipilih sungai yang jeramnya gak sampe grade 4. Di sungai macam itu bahayanya bisa lebih di predict and controllable. Pokoknya safety jadi paling utama deh. Dan semuanya harus bisa di cover insurance. Bayangkan bangganya, si non swimmer setelah rafting dia bisa bilang "gua pernah arjer". Dan ini adalah salah satu misi JRC, supaya arjer makin diminati banyak orang.

Dan buatku kawanan "penghura-hura" di jeram adalah peminat serius arjer. Bayangkan event ke 4 kemarin lebih dari 100 yang daftar (cuma 84 yang dapat tempat), dan semuanya willing to pay some money, yang nggak murah.

Selanjutnya dalam event ke depan kita akan bagi regular event di tempat yang seperti biasa, sedangkan special event buat teman-teman yang emang berani ngejajal dangerous rapids, seperti di Cikandang. Jumlahnya agaknya lebih sedikit dari event yg regular. Nggak papa 'kan mas Bonky?

Pertanyaan lainnya yang sering aku dapati dari calon peserta event (termasuk event tgl 26 besok) adalah "banyak yang single gak?" Sekalipun memang iya, untuk berhasil usaha sendiri-sendiri aja dah. :)

Friday, March 07, 2003

Rafting di S. Citarum

Posting dari Ndjet di arungjeram_jakartabiz@yahoogroups.com : 7 Maret 2003

waah.. S citarum itu fully unrecommended banget deh

limbahnya gawat..
airnya bau sekali, apalagi ketika hujan
warna air hampir abu2 kehitaman
gada operator yg beroperasi di sana..
biasanya kalo pengarungan di citarum itu untuk pengenalan dasar sungai, gradenya 2-3 tergantung berapa pintu air yg dibuka, bisa jadi 3+ ke 4- kalo semua pintu air dibuka, dan kejadian ini baru terjadi kalo hujan besar dimana kebanyakan pabrik2 ikut menyetorkan limbahnya bersama derasnya air hujan..hehehe, mungkin untuk pencinta alam yang mau belajar pengenalan sungai di bandung.. citarum merupakan sungai terdekat.. tapi kalo memikirkan sanitary dan higienis.. no way hose.. gatel2.. untuk mbak theresia aku sediakan bedak caladin ama asepso aja deeeh kalo mau turun di citarum..

tapi kalo dijamin nggak kecebur sih gpp kok turun di S citarum..saya udah dari thn 87 main di S citarum dan cukup memperhatikan juga perubahan2 di Sungai itu.. ketika terakhir ada kejurnas di citarum, saya diminta ikut meramaikan pake kayak.. dengan berat hati saya tolak.. abis rasanya nggak sebanding ama gatel2 yang akan dialami udahnya... hehehe...gitu lhoo.. tp bukan krn sy cewek trus memperhatikan perlindungan kulit dllsbgnya.. tapi temen2 cowok jg udah banyak yg ogah banget turun di situ

tapi kalo mau banyak sih pencinta alam di bandung yg kadang2 menyewakan perahunya berikut guide/skippernya untuk satu trip di sana.. kalo betul2 berminat-minat bisa saya cariin infonya..

Sunday, February 09, 2003

Jakartabiz Rafter's Club 4th Regular Event

Terima kasih untuk dukungannya sehingga acara "Jakartabiz Rafter's Club 4th Regular Event" yang bertema "Rafters! Ride the Rapids" pada tanggal 8 Feb yang lalu, telah terlaksana dengan aman dan semoga mengesankan buat semuannya. Event tersebut rupanya telah menjadi ajang temu, kenal dan petualangan bersama bagi para profesional muda dari beberapa perusahaan seperti IPTN, Toyota Astra Sunter, BMW Indonesia, IBS Risk, Siddarta, Limas Stokhomindo dan Excelcomindo.

Pertama, terima kasih pada member milis ini yang mengijinkan kami posting informasi event ini. Lebih lagi yang memforward untuk menginformasikan pada rekan yang lain.

Terima kasih untuk Njet, jauh-jauh dari Bandung, bawa kawan-kawan untuk rafting bareng dengan kita-kita yang dari Jakarta. Yuk, kita buat lagi in the future di tempat yang lebih challenging. Kalian para jawara kayak, people with plenty of guts, jangan bosan-bosan bagikan keahlian dan keberanian kalian ke kami-kami ini ya.

Pak Ade Nurdin dan Pak Benny, wah payah deh, masak dari 14 orang dari Astra, cuma seorang wanita? Susah rupanya ngajak wanita untuk rafting. But, thanks anyway,
Pasukan Tebar Pesona anda cukup memeriahkan suasana.

Eva, terima kasih untuk terus gabung sampai finish, meskipun 3 kali terpental dari perahu. Wah rekor 'tuh, saya belum pernah rafting dengan orang yang tercebur sebanyak itu dan terus bertahan sampai selesai. You are nekat or what?

Pak Ade Heriyanto dari Limas, Pak Adi Surya dari Excelcomindo, Harliyana dari BMW, terima kasih untuk mengajak rekan-rekan anda bergabung di event ini.

Bayu dari Sobek Bali Utama, terima kasih atas complementary voucher untuk rafting di Bali. Voucher tsb dimenangkan oleh 3 orang dari BMW dan seorang dari Siddarta lamanya Fia. Buat rekan-rekan yang mendapatkan voucher tsb, saya recommend untuk rafting di Sungai Telaga Waja. Airnya jernih, arusnya cukup deras, pemandangan indah ditambah di gerojog air terjun dan big drop sampai 4 meter! Nggak nyesal deh.

Pak Gajah, terima kasih untuk dukungan pasukan Cherrokee-nya, sehingga semuanya boleh lancar.

Terakhir buat Dina. Saya iri kamu pintar main kayak, kalau saya mungkin cuma putar-putar di tempat. Betul kata Njet, nyali kamu jauh lebih besar dari badanmu. Karena kamu pemberani, kapan-kapan kita nonton fim super horror ya, judulnya " I Scream when I Know What You Did Last Summer at the Elm Street"