Selasa malam lalu aku beruntung bisa hang out dengan Bandung Rafters.
Dari milis kita yang ikutan, Ndjet, Dian, mas Bonky, mas Oris.
Terus ikutan juga, mas Ari a.k.a Asor dari Bumiku, mas Benny sodara kembarnya Ndjet dan terakhir mas Agung kawannya Ndjet ,ternyata Ndjet sudah ada yang punya :(
Sekalipun sama2 rafters, secara kejadiannya, aku melihat ada perbedaan antara rafter Bandung dengan rafter Jakarta. Orang Bandung sejak masih sekolah mereka udah pada main di air. Buat mereka yang padat modal, punya perahu dan gear sendiri. Atau mereka gabung dengan kelompok pecinta alam (bukan operator) yang punya perlengkapan yang laik untuk nyemplung di jeram. Sedangkan kebanyakan orang Jakarta, punya duit dulu, baru pergi ke operator, lantas naluri petualangannya bangkit.
Perbedaan waktu memulainya ini membuat mereka lebih advance dibandingkan dengan kita yang di Jakarta, dan lebih berani. Ambil contoh, kalau kita ngelewatin Jeram S di Cicatih, kita 'kan biasanya mepet kiri abis, sebab itu yang paling aman. Ndjet dan Benny mana mau, mereka berani lebih ketengah, supaya jeramnya lebih terasa. Selain itu mereka serius menekuni hobby mereka dengan terus-menerus meng-up grade kemampuan mereka.
Singkat kata dari pembicaraan yang panjang lebar , aku sedang set up next event dengan mereka. JRC 6th Regular Event di Cikandang bulan Juli 2003. JRC Coaching Clinic Oktober 2003.
Mas Tumpal ikutan ya. Soal kamera tahan air bisa tanya ke Ndjet deh, atau Vero, event kemarin perahunya Vero pada foto-foto di tengah sungai.
Mas Ian selamat gabung, umumnya kita waktu gabung adalah first time rafter. Kapan2 kita copy darat ya.
Copy darat dengan urang Bandung kemarin sangat mengesankan, selain ngobrolnya enak dan nyambung, kita dari mulai sunset sampe hampir midnight makan melulu. You got to have enough space in your stomach. Kapan2 Juragan Ade kalao ke Bandung copy darat juga aja, nggak nyesel deh.
No comments:
Post a Comment